Mengenal Aturan Baru Terkait Biaya Ekspor Ke Luar Negeri

17.23

Berkat kehadiran internet, para pelaku UMKM hingga perusahaan besar memiliki peluang yang sama untuk melakukan ekspor. Ada banyak jenis barang yang dapat diekspor seperti produk kerajinan tangan, minuman, dan masih banyak lainnya. Sebelum mengirimkan barang, kenali aturan terkait biaya ekspor ke luar negeri berikut. 

Isi Aturan Baru Terkait Pembiayaan Ekspor
Nufransa Wira Sakti selaku Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, beliau menyampaikan bahwasanya ada beberapa peraturan baru untuk proses pengiriman barang ekspor. Aturan yang telah diatur dalam PP KDPEN tersebut berkaitan dengan strategi pembiayaan, bentuk hubungan kelembagaan, serta pelaksanaan PEN. 


Untuk memahaminya lebih dalam, mari kita kupas dari aturan baru terkait strategi pembiayaan ekspor (PEN). Dalam peraturan tersebut bertuliskan bahwa kegiatan ekspor akan diarahkan untuk menghasilkan devisa, tingkatkan kapasitas produksi nasional, serta menghemat devisa khusus untuk dalam negeri. 


Pada aturan pelaksanaan PEN yang dilakukan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), meliputi pelaksanaan kegiatan (aktivitas penyediaan konsultasi, pelaksanaan yang berkaitan dengan kegiatan penunjang fungsi LPEI, hingga penyertaan modal) hingga aturan penyediaan fasilitas (baik berupa biaya ekspor ke luar negeri, jaminan, serta asuransi). 


Sedangkan bentuk hubungan kelembagaan meliputi lembaga jasa keuangan, sinergi LPEI yang memangku kepentingan, pemerintah pusat serta pemerintah daerah, hingga Eximbank serta Export Credit Agency dari negara lainnya. Semua peraturan tersebut harus dipahami lebih dalam untuk menekan resiko kesalahan dalam pengiriman barang. 


Pelaku Usaha yang Terikat dengan Aturan Baru Pembiayaan Ekspor
Berdasarkan data yang berhasil didapatkan, disebutkan bahwa ada aturan baru terkait pembiayaan ekspor berlaku untuk beberapa pelaku usaha. Antara lain UMKM, koperasi, usaha menengah dengan nilai penjualan sekitar 50 hingga 500 miliar per tahun, pelaku usaha selain koperasi dengan penjualan sekitar 500 miliar per tahunnya. 


Aturan biaya ekspor ke luar negeri terbaru ini juga berlaku bagi pelaku usaha yang masih dalam masa perintisan, pelaku usaha yang hendak melakukan indirect ekspor, pelaku usaha yang hendak melakukan direct ekspor. Jika Anda termasuk salah satunya, maka penting untuk mengetahui aturan baru pengiriman barang tersebut lebih dalam. 


Jenis Pembiayaan Ekspor
Aktivitas bisnis tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan anggaran, tidak terkecuali untuk kegiatan ekspor sekalipun. Banyaknya anggaran yang harus dipersiapkan dari jauh hari dan melalui perhitungan tepat agar tidak menghambat kelancaran proses ekspor. Kira kira apa saja biaya yang harus dikeluarkan untuk ekspor ?


Pertama tama, Anda harus mempersiapkan dana untuk biaya pengadaan yang terdiri dari biaya produksi dan biaya perolehan atau nilai barang itu sendiri. Yang kedua, Anda perlu mempersiapkan biaya pengelolaan yang meliputi upah angkut barang terhitung dari gudang menuju ke pintu gudang, upah pengepakan berdasarkan bahan yang digunakan hingga ongkos cetak, dan sebagainya. 


Bahkan Anda juga tidak boleh lupa membayarkan ongkos angkut yang dihitung dari gudang penimbunan. Ada pula anggaran yang harus dikeluarkan untuk pungutan negara yang meliputi bea statistik, bea barang, pajak ekspor serta pajak ekspor tambahan, hingga pajak pertambahan nilai (PPN). Selain itu, Anda juga perlu menghitung biaya ekspor ke luar negeri untuk jasa pihak ketiga. 


Ada banyak cara untuk mensukseskan sekaligus melebarkan sayap bisnis yang digeluti, salah satunya dengan mengekspornya ke berbagai negeri. Tentu saja prosedur pengiriman barang ke negeri seberang sedikit berbeda dengan prosedur pengiriman barang dalam negeri. Ketika mematuhi setiap peraturannya, maka proses pengiriman barang akan berjalan dengan lancar.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda